Di tengah kondisi perekonomian yang sedang tidak baik-baik saja, sementara kebutuhan finansial menuntut untuk dipenuhi membuat banyak orang pun butuh solusi keuangan. Tak semua orang memiliki dana darurat yang cukup sehingga solusi keuangan yang cepat dan mudah pun sangat diminati. Salah satunya adalah layanan jasa gestun (gesek tunai kartu kredit).
Apa Itu Jasa Gestun?
Gestun merupakan singkatan dari gesek tunai yaitu sebuah kegiatan menukar batas jumlah kartu kredit menjadi uang tunai yang banyak digunakan pengguna ketika ada kebutuhan uang tunai dalam jumlah besar.
Cara kerja dari gestun adalah dengan melakukan transaksi palsu dengan fasilitas mesin EDC, pemilik kartu kredit menggunakan kartu seperti sedang melakukan pembelian barang atau jasa meski sebenarnya tidak. Pihak penyedia jasa kemudian akan memberikan sejumlah uang tunai pada pengguna kartu kredit setelah dikurangi biaya layanan jasa gestun yang sudah disepakati sebelumnya.
Meski untuk beberapa kalangan layanan jasa gestun sering dianggap kontroversial, namun jasa ini tetap banyak diminati berbagai kalangan masyarakat. Khususnya karena mempunyai proses yang praktis, cepat dan tak membutuhkan persyaratan yang rumit seperti saat akan melakukan pinjaman pada bank.
Alasan Banyak Orang Berminat pada Jasa Gestun
Setidaknya ada beberapa faktor yang menjadikan banyak kalangan masyarakat masa kini memilih melakukan gestun, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Biaya penarikan yang terjangkau
Biaya penarikan dana tunai yang terjangkau, biasanya dana ini dibebankan pada pemilik kartu kredit yang ingin menarik uangnya dalam jumlah tertentu. Meski begitu, penting untuk diingat bahwa aktivitas gestun merupakan hal yang dilarang karena sebenarnya pihak merchant tak diperbolehkan mengenakan biaya tambahan dalam proses transaksi yang dilakukannya.
2. Tak ada batas atau limit penarikan dana
Khusus untuk nasabah yang mempunyai batas jumlah kartu kredit yang besar, praktik gestun menjadi salah satu cara yang paling sering dipakai untuk memperoleh sejumlah dana tunai dengan nominal besar dengan cepat. Hal tersebut tentunya berbeda dengan aktivitas tarik tunai yang dilakukan di mesin ATM yang mempunyai batas pengambilan maksimal 60% dari limit, sedangkan gestun memberikan peluang penarikan hingga sebesar 100% limit yang ditetapkan batas kartu kredit yang digunakan.
3. Tak perlu jaminan atau adanya syarat yang rumit
Untuk melakukan gestun, pemilik kartu kredit tak memerlukan adanya jaminan atau agunan apapun karena syaratnya adalah kartu kredit berstatus aktif dengan limit yang mencukupi. Selain itu, tak dibutuhkan syarat dokumen lainnya melainkan hanya kartu kredit dan bukti identitas diri untuk melakukan proses gestun kapan saja dibutuhkan.
4. Tagihan bisa dipotong langsung saat transaksi
Dalam layanan gestun, tagihan juga bisa dilakukan pemotongan langsung ketika transaksi dilakukan. Nasabah yang melakukan gestun pun tak perlu khawatir perihal pembayaran tagihan yang akan datang karena hal tersebut sudah langsung diurus otomatis ketika gestun.
5. Proses cepat dan bisa dilakukan kapan saja
Untuk melakukan gestun bisa dilakukan dengan cepat dan praktis, pengguna kartu kredit bisa langsung datang ke penyedia jasa gestun dengan membawa kartu kredit serta identitas diri. Setelah itu pemilik kartu kredit bisa mendapatkan sejumlah uang tunai yang dibutuhkannya hanya dalam hitungan menit saja. Sangat cocok untuk mereka yang membutuhkan dana urgent seperti biaya perbaikan kendaraan, biaya rumah sakit hingga kebutuhan keluarga yang mendesak lainnya.
6. Suku bunga lebih rendah
Apabila dibandingkan dengan transaksi tarik tunai yang dilakukan melalui mesin ATM, suku bunga gestun ternyata jauh lebih rendah. Beberapa bank membebankan suku bunga tarik tunai yang dilakukan via ATM sebesar 2,95%. Sedangkan untuk bunga transaksi ritel yang dibebankan saat berbelanja, termasuk di dalamnya aktivitas gestun adalah sebesar 2,25%.
Risiko Aktivitas Gestun
Aktivitas gestun memang terlihat sangat menarik dan bisa menjadi solusi keuangan yang cepat serta efektif. Namun penting untuk diketahui bahwa perlu dipertimbangkan risikonya sebelum Anda melakukannya, diantaranya adalah:
1. Tindakan yang dilarang (illegal)
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, gestun menjadi aktivitas illegal yang dilarang di Indonesia. Dimana larangan tersebut mempunyai tujuan agar pemilik fasilitas kartu kredit bisa menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan mendesak saja.
2. Kartu kredit diblokir
Dampak lainnya jika Anda terdeteksi melakukan gestun adalah kartu kredit yang diblokir pihak bank. Pihak bank yang menerbitkan kartu kredit bisa melakukan tindakan tegas memblokir kartu kredit yang bisa menyebabkan pengguna mengalami kesulitan dalam transaksi keuangan.
3. Risiko penipuan
Modus yang marak terjadi adalah ketika kartu kredit Anda digesek oleh penyedia jasa gestun dengan nominal yang lebih besar dari jumlah dana yang diminta pengguna. Selain itu, banyak juga yang melakukan penipuan dengan mencuri data kartu kredit pengguna kemudian memakainya untuk melakukan transaksi secara illegal.
4. Rawan aktivitas pencucian uang
Aktivitas gestun mempunyai sifat fiktif sehingga seringkali dimanfaatkan untuk kegiatan money laundry. Pelaku kejahatan bisa memanfaatkan gestun untuk menyamarkan riwayat dana tak resmi yang diterimanya, sehingga lebih sulit untuk dilacak oleh pihak KPK maupun kepolisian.
5. Merusak manajemen keuangan
Jumlah penarikan dana tanpa batas seringkali menjadikan pemilik kartu kredit sulit mengendalikan pengeluarannya. Hal tersebut pun kemudian menjadikan layanan gestun diandalkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan baik yang primer hingga konsumtif. Itulah yang kemudian merusak manajemen keuangan sehingga berisiko menjadikan seseorang pun terjebak dalam lingkaran hutang.
Tips Aman Gunakan Jasa Gestun
Apabila Anda tetap ingin menggunakan layanan gestun, maka sebaiknya lakukan dengan beberapa tips berikut:
- Pastikan untuk memilih penyedia gestun yang jelas, terpercaya dan bereputasi baik
- Pastikan transaksi dilakukan secara transparan, meliputi jumlah dana yang ditarik, biaya yang dibebankan hingga metode pembayarannya
- Hindari memberikan data sensitif seperti PIN kartu kredit pada penyedia jasa gestun
- Pakai layanan gestun hanya saat membutuhkan dana mendesak, bukan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif
- Lakukan pembayaran tagihan kartu kredit secara tepat waktu sehingga bisa terhindar dari bunga tinggi
Kesimpulan
Dibalik kemudahan jasa gestun, ada risiko hukum dan keuangan yang wajib dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya. Pakai layanan gestun dengan bijak, tak berlebihan dan hanya gunakan layanan penyedia yang terpercaya. Butuh solusi dana cepat dan aman? Hubungi jasagestunmu.com sekarang juga.
Frequently Asked Questions
Kenapa banyak orang melakukan gestun?
Untuk nasabah yang mempunyai limit kartu kredit yang besar, jasa gestun menjadi cara efektif untuk memperoleh dana tunai dalam jumlah besar dengan cepat.
Apakah jasa gestun diperbolehkan?
Terkait dengan jasa gestun yang berjalan, Bank Indonesia dengan tegas mengeluarkan larangan yang tercantum dalam PBI 23/6/2021 yang melarang acquirer bekerja sama dengan merchant yang memberikan layanan gestun.
Berapa biaya gestun kartu kredit?
Biaya gestun kartu kredit cukup bervariasi, namun biasanya yang dibebankan adalah biaya administrasi sekitar 3-6 % dari jumlah dana yang ditarik. Kemudian ditambah dengan bunga harian mulai dari 2-3% per bulan yang langsung dihitung sejak waktu penarikan dana.
Apa itu aktivitas gesek tunai?
Gesek tunai kartu kredit atau yang marak dikenal dengan sebutan gestun merupakan aktivitas penarikan tunai yang tak dilakukan melalui mesin ATM. Dengan gestun, pemegang kartu melakukan transaksi ritel “pembelian” tunai, yang menjadikan pemegang kartu bisa memperoleh sejumlah dana tunai sesuai kebutuhan dengan biaya tertentu.








