Penggunaan metode pembayaran paylater dan kartu kredit di platform e-commerce semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Blibli sebagai salah satu marketplace besar juga menawarkan berbagai pilihan pembayaran tersebut untuk memudahkan transaksi. Namun, fenomena yang ikut muncul adalah praktik gestun atau gesek tunai, yaitu upaya mengubah limit kartu kredit atau limit paylater menjadi uang tunai melalui transaksi non-tunai yang seolah terlihat sebagai pembelian barang.
Walaupun banyak orang melakukannya untuk kebutuhan mendesak seperti modal usaha atau kebutuhan sehari-hari, penting untuk memahami bahwa praktik gestun memiliki risiko hukum, risiko keamanan akun serta kebijakan yang bisa berdampak pada pengguna. Artikel ini akan mengulas batas limit, biaya layanan, risiko, hingga pertimbangan logis sebelum memutuskan terlibat dalam praktik ini.
Memahami Batas Limit dalam Sistem Pembayaran Blibli
Pada dasarnya, limit yang digunakan dalam transaksi Blibli berasal dari dua sumber:
- Limit kartu kredit
- Limit paylater yang terintegrasi
Masing-masing memiliki sistem pengelolaan yang berbeda.
1. Limit Kartu Kredit
Limit kartu kredit ditentukan oleh bank penerbit. Biasanya besarnya ditentukan oleh faktor-faktor berikut:
- Riwayat transaksi nasabah
- Penghasilan
- Riwayat kredit
- Kedisiplinan pembayaran
Dalam transaksi normal, limit ini digunakan untuk membeli barang atau layanan yang jelas. Namun dalam praktik gestun, limit tersebut diarahkan ke transaksi yang bertujuan menarik uang tunai. Hal ini dapat terdeteksi oleh sistem perbankan, terutama bila ada pola transaksi berulang yang tidak wajar.
2. Limit PayLater Blibli
Limit PayLater biasanya lebih rendah daripada limit kartu kredit dan lebih diawasi oleh sistem keamanan internal platform. PayLater bekerja menggunakan algoritma scoring pengguna yang memperhitungkan:
- Frekuensi belanja
- Kesesuaian nominal transaksi
- Riwayat pembayaran tepat waktu
- Tingkat penggunaan limit
Jika terdeteksi adanya pola transaksi yang tidak sesuai perilaku belanja, akun PayLater dapat dibekukan atau ditinjau ulang.
Biaya Jasa Gestun Blibli: Cara Perhitungan dan Faktor yang Mempengaruhi
Biaya jasa dalam praktik gestun umumnya bervariasi dan ditentukan oleh beberapa faktor berikut:
1. Jenis Limit yang Digunakan
- Kartu Kredit
Biaya jasa biasanya lebih rendah karena prosesnya relatif lebih stabil dan tidak terlalu berisiko terhadap pemblokiran sistem.
- PayLater
Biaya cenderung lebih tinggi karena risiko peninjauan keamanan sistem lebih besar.
2. Nominal Transaksi
Semakin besar nominal limit yang ingin dicairkan, semakin besar pula biaya yang dikenakan. Namun, beberapa penyedia biasanya mengatur batas nominal minimal, misalnya mulai dari Rp 500.000 atau Rp 1.000.000.
3. Tingkat Risiko dan Pola Transaksi
Penyedia jasa biasanya memberlakukan biaya berbeda berdasarkan:
- Seberapa sering pengguna melakukan gestun
- Riwayat keamanan akun pengguna
- Metode pembayaran yang dipilih
Biayanya bisa berkisar antara 2% hingga 10% dari total transaksi. Namun sekali lagi, angka ini tidak bersifat baku dan dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan kebijakan keamanan platform.
Risiko dari Praktik Gestun Blibli yang Perlu Dipahami
Walaupun terlihat sederhana, gestun memiliki dampak yang perlu diperhatikan secara serius.
1. Risiko Pemblokiran Akun
Sistem keamanan e-commerce dan PayLater telah dilengkapi mekanisme deteksi perilaku mencurigakan. Jika transaksi terdeteksi tidak wajar, akun bisa:
- Ditangguhkan sementara
- Dicabut limit PayLater
- Dibekukan tanpa peringatan
2. Risiko Tagihan Menumpuk
Gestun berarti pengguna akan menerima kewajiban pembayaran bulanan sesuai tenor yang dipilih. Tanpa perencanaan finansial, hal ini bisa menimbulkan beban bunga dan denda keterlambatan.
3. Risiko Terkait Regulasi
Secara hukum, gestun bisa masuk dalam kategori misuse facility atau penyalahgunaan fasilitas pembayaran. Dalam beberapa kasus, hal ini berpotensi menjadi sengketa dengan pihak penyedia layanan pembayaran.
Pertimbangan Sebelum Melakukan Gestun
Sebelum memanfaatkan limit dengan cara mencairkannya, beberapa hal penting yang perlu dipikirkan:
1. Pastikan tujuan penggunaan jelas
Sebelum memutuskan untuk mencairkan limit, tentukan terlebih dahulu tujuan penggunaan dana dengan jelas. Misalnya untuk kebutuhan usaha yang memiliki perencanaan dan perhitungan yang terukur, bukan sekadar kebutuhan konsumtif atau pengeluaran spontan. Dengan tujuan yang jelas, pengguna dapat memastikan bahwa dana yang diperoleh benar-benar memberikan manfaat dan tidak justru menambah beban keuangan yang tidak perlu.
2. Hitung total biaya dan cicilan sebelum proses dilakukan
Biaya jasa dan cicilan yang timbul setelah mencairkan limit harus dihitung secara menyeluruh. Perhatikan persentase biaya layanan, bunga serta total nominal yang harus dibayarkan selama masa tenor. Hal ini penting agar pengguna dapat memahami beban pembayaran bulanan dan menghindari kejutan finansial di kemudian hari. Perhitungan yang matang akan membantu menjaga kondisi keuangan tetap stabil.
3. Perhatikan tanggal jatuh tempo untuk menghindari denda
Mengetahui tanggal jatuh tempo pembayaran adalah hal penting untuk menghindari keterlambatan yang dapat memicu denda atau bunga tambahan. Jika pembayaran terlambat, selain menambah beban biaya, hal ini juga dapat memengaruhi skor kredit atau penilaian akun paylater. Oleh karena itu, catat tanggal jatuh tempo dan pastikan dana untuk pembayaran tersedia sebelum waktu tersebut tiba.
4. Pertimbangkan alternatif pembiayaan lain yang lebih resmi
Sebelum melakukan gestun, ada baiknya mempertimbangkan berbagai pilihan pembiayaan lain yang diatur secara jelas dan legal, seperti pinjaman fintech berizin atau pembiayaan bank. Alternatif-alternatif ini umumnya memiliki prosedur yang lebih transparan terkait bunga, tenor dan konsekuensi pembayaran. Dengan membandingkan beberapa opsi, pengguna dapat memilih solusi yang paling aman dan sesuai kebutuhan. Solusi legal seperti pinjaman fintech berizin atau kredit bank bisa menjadi pilihan lebih aman dan jelas dari sisi regulasi.
Lakukan Pertimbangan dan Pilih Layanan yang Aman
Gestun Blibli merupakan praktik yang dilakukan sebagian orang untuk mengubah limit kartu kredit atau PayLater menjadi uang tunai. Namun, pengguna perlu memahami batas limit, mekanisme biaya serta risiko sistem keamanan dan regulasinya. Tanpa pertimbangan matang, praktik ini dapat berdampak pada akun, keuangan pribadi dan legalitas penggunaan fasilitas pembiayaan.
Jika Anda ingin konsultasi informasi terkait pengelolaan limit, risiko transaksi atau pertimbangan finansial yang lebih aman, Anda dapat menghubungi Jasagestunmu untuk berdiskusi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan, sekaligus melakukan gestun di sana dengan mudah dan aman.
Frequently Asked Questions
Apa itu gestun pada layanan Blibli?
Gestun adalah praktik mengubah limit kartu kredit atau limit paylater menjadi uang tunai melalui transaksi tertentu. Praktik ini dilakukan sebagian orang untuk kebutuhan dana cepat, namun memiliki risiko yang perlu dipahami.
Berapa biaya jasa gestun Blibli?
Biayanya bervariasi tergantung metode pembayaran yang digunakan dan tingkat risikonya. Umumnya berada di kisaran 2% hingga 10% dari total transaksi, tetapi tidak ada standar baku.
Apakah gestun Blibli aman?
Tidak sepenuhnya. Sistem keamanan platform dan bank memiliki algoritma deteksi yang dapat memblokir akun bila terdeteksi pola transaksi tidak wajar. Karena itu, risikonya harus diperhitungkan.
Apakah gestun Blibli legal?
Gestun berada pada area abu-abu dalam regulasi karena melibatkan penggunaan fasilitas pembayaran tidak sesuai tujuan aslinya. Ada potensi risiko sengketa atau pembatasan akun bila terdeteksi.








