Dalam era digital yang serba cepat, solusi finansial instan sering kali menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang membutuhkan dana darurat. Salah satu platform fintech yang paling populer di Indonesia adalah Akulaku, yang menyediakan layanan PayLater dan pinjaman dana tunai. Namun, kebutuhan mendesak sering mendorong pengguna mencari jalan pintas, yaitu melalui praktik yang dikenal sebagai “Gestun Akulaku” atau Gesek Tunai.
Gestun Akulaku bukanlah fitur resmi yang ditawarkan oleh perusahaan. Praktik ini adalah upaya untuk mencairkan limit kredit atau limit PayLater yang seharusnya hanya digunakan untuk berbelanja barang atau jasa, menjadi uang tunai di rekening bank. Meskipun terlihat menggiurkan karena prosesnya yang cepat, praktik ini sarat akan risiko finansial, hukum, dan potensi jebakan utang yang sangat merugikan.
Artikel panduan komprehensif ini akan mengupas tuntas seluk-beluk gestun Akulaku. Kami akan membahas apa itu gestun, mengapa praktik ini dilarang, bagaimana metode yang digunakan, dan yang paling penting, memberikan alternatif resmi yang jauh lebih aman dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan finansial Anda. Memahami risiko adalah langkah pertama menuju keputusan keuangan yang bijak.
Apa Itu Gestun Akulaku dan Mengapa Begitu Populer?
Istilah Gestun (Gesek Tunai) awalnya populer dalam konteks kartu kredit, merujuk pada pencairan dana kartu kredit melalui mesin EDC seolah-olah terjadi transaksi pembelian. Dalam konteks fintech seperti Akulaku, gestun adalah proses memanipulasi sistem pembelian di platform atau marketplace yang terafiliasi Akulaku agar dana yang seharusnya menjadi pembayaran barang, dikembalikan kepada pengguna dalam bentuk uang tunai, biasanya setelah dipotong biaya administrasi yang sangat tinggi.
Daya Tarik Instant Cepat
Kepopuleran gestun Akulaku didorong oleh beberapa faktor. Pertama, prosesnya dianggap lebih cepat dibandingkan mengajukan pinjaman resmi. Kedua, banyak pengguna memiliki limit PayLater yang menganggur namun tidak bisa dicairkan langsung. Ketiga, jasa gestun menjanjikan proses yang minim persyaratan, cukup dengan limit Akulaku yang tersedia.
Akulaku sendiri menyediakan dua fitur utama yang sering menjadi target gestun:
- Limit Kredit/PayLater: Limit yang digunakan untuk belanja barang secara cicilan di e-commerce atau platform Akulaku.
- Dana Cicil/KTA Kilat: Fitur pinjaman tunai resmi yang memiliki prosedur pengajuan dan persetujuan yang ketat.
Gestun pada dasarnya mencoba mengubah Limit Kredit (poin 1) yang bersifat non-tunai, menjadi tunai, tanpa melalui prosedur resmi Dana Cicil (poin 2).
Metode Gestun Akulaku yang Umum Digunakan
Praktik gestun selalu melibatkan pihak ketiga, yang dikenal sebagai “jasa gestun” atau “admin gestun”. Mereka bertindak sebagai perantara yang menampung dana dari transaksi fiktif tersebut. Berikut adalah tiga metode yang paling sering dipraktikkan:
1. Metode Pembelian Barang Fiktif (Buy and Sell Back)
Ini adalah metode yang paling umum dan melibatkan kolaborasi dengan penjual fiktif atau toko yang terafiliasi dengan jasa gestun. Prosedurnya adalah sebagai berikut:
- Pemesanan Fiktif: Pengguna memesan barang dengan harga sesuai limit yang ingin dicairkan melalui Akulaku PayLater di toko fiktif jasa gestun (misalnya, laptop, ponsel, atau barang virtual).
- Pembayaran: Pembayaran dilakukan menggunakan limit Akulaku secara cicilan.
- Konfirmasi Pengiriman: Toko/penjual mengonfirmasi bahwa barang telah dikirim dan diterima oleh pengguna, padahal barang tersebut tidak benar-benar dikirim.
- Pencairan Dana: Setelah dana dari Akulaku masuk ke akun penjual, penjual (jasa gestun) mentransfer dana tersebut ke rekening pengguna, setelah dipotong biaya administrasi (admin fee) yang besar, biasanya berkisar antara 15% hingga 30%.
2. Metode Pencairan Voucher atau Pulsa
Beberapa pengguna mencoba mencairkan limit mereka dengan membeli produk digital seperti pulsa, token listrik, atau voucher game dalam jumlah besar menggunakan Akulaku PayLater. Produk digital ini kemudian dijual kembali kepada pihak ketiga (atau bahkan kepada jasa gestun) dengan harga jual yang jauh lebih rendah daripada harga pembelian, guna mendapatkan uang tunai.
Meskipun metode ini terlihat lebih ‘mandiri’, kerugiannya adalah perbedaan harga jual beli (spread) produk digital yang sangat besar, ditambah biaya administrasi dan bunga Akulaku yang tetap harus dibayar.
3. Melalui Jasa Pihak Ketiga di Media Sosial
Banyak penyedia jasa gestun Akulaku beroperasi secara terbuka di grup-grup media sosial atau melalui aplikasi pesan instan. Mereka menawarkan proses yang sangat cepat, seringkali hanya dalam hitungan menit. Mereka biasanya akan meminta akses akun atau setidaknya mengarahkan pengguna untuk melakukan transaksi di toko marketplace yang telah mereka siapkan.
Bahaya menggunakan jasa pihak ketiga ini sangat besar, tidak hanya karena risiko gagal bayar, tetapi juga risiko penipuan di mana limit Anda terpakai, namun dana tunai tidak pernah dikirimkan.
Hukum dan Risiko Gestun Akulaku yang Harus Anda Pahami
Meskipun proses gestun Akulaku terlihat mudah, aktivitas ini membawa konsekuensi serius baik secara finansial maupun hukum. Penting untuk dicatat bahwa gestun secara tegas dilarang oleh regulator dan juga melanggar Syarat dan Ketentuan (ToS) Akulaku.
1. Pelanggaran Syarat dan Ketentuan (ToS)
Limit kredit Akulaku diberikan dengan tujuan spesifik, yaitu pembelian barang dan jasa. Ketika limit tersebut dialihkan menjadi tunai melalui transaksi fiktif, pengguna dianggap melanggar ToS. Konsekuensi langsungnya meliputi:
- Pembekuan akun secara permanen.
- Penghapusan seluruh limit kredit yang tersisa.
- Akulaku berhak menuntut pelunasan segera atas seluruh sisa utang.
2. Jebakan Utang (Debt Trap) dengan Bunga Ganda
Inilah risiko finansial paling mematikan dari gestun Akulaku. Ketika Anda melakukan gestun, Anda membayar dua biaya secara bersamaan:
- Biaya Admin Gestun: Potongan tunai yang besar (15%–30%) di awal.
- Bunga dan Biaya Akulaku: Bunga cicilan dan biaya layanan yang ditetapkan oleh Akulaku atas pembelian fiktif tersebut.
Dana tunai yang Anda terima sudah jauh berkurang, namun utang yang harus Anda bayar ke Akulaku adalah utang penuh ditambah bunga. Skenario ini hampir pasti menjebak pengguna dalam siklus gagal bayar, di mana dana yang diterima tidak sebanding dengan beban cicilan yang harus ditanggung.
3. Resiko Penipuan dari Jasa Gestun
Banyak kasus di mana pengguna tergiur iming-iming gestun cepat, namun setelah limit mereka terpakai untuk transaksi fiktif, jasa gestun menghilang tanpa mencairkan dana tunai sepeser pun. Karena transaksi gestun adalah ilegal, pengguna tidak memiliki dasar hukum untuk menuntut kembali dana yang hilang, selain tetap harus melunasi utang ke Akulaku.
4. Dampak pada SLIK OJK (BI Checking)
Akulaku adalah lembaga keuangan yang terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Setiap keterlambatan pembayaran atau gagal bayar (galbay) akan otomatis dilaporkan ke Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK OJK), yang dulunya dikenal sebagai BI Checking.
Ketika skor kredit Anda di SLIK OJK buruk (kolektibilitas 3, 4, atau 5), Anda akan kesulitan mendapatkan pinjaman atau kredit resmi di masa depan, termasuk KPR, KTA, atau kredit kendaraan. Dampak jangka panjang ini jauh lebih mahal daripada kebutuhan dana darurat yang coba diselesaikan melalui gestun.
Perbandingan Biaya: Gestun vs. Pinjaman Resmi Akulaku
Untuk memahami betapa merugikannya gestun Akulaku, mari kita bandingkan estimasi biayanya:
Misalnya, Anda membutuhkan dana tunai Rp 2.000.000 dan berniat mencicil selama 3 bulan.
Skenario A: Gestun Akulaku (Admin Fee 20%)
1. Transaksi Fiktif: Rp 2.500.000 (Untuk mendapatkan hasil akhir Rp 2.000.000 setelah dipotong).
2. Potongan Admin (20% dari Rp 2.500.000): Rp 500.000.
3. Dana yang Diterima: Rp 2.000.000.
4. Bunga Akulaku (Estimasi 3% per bulan, flat) atas Rp 2.500.000:
- Total Bunga 3 Bulan: Rp 225.000 (3 x (3% x 2.500.000)).
Total Beban Pengembalian: Rp 2.500.000 (Pokok) + Rp 225.000 (Bunga) = Rp 2.725.000.
Bunga Efektif Gestun (Biaya Awal + Bunga): (Rp 500.000 + Rp 225.000) / Rp 2.000.000 = 36.25% selama 3 bulan, atau sekitar 12% per bulan!
Skenario B: Dana Cicil Akulaku (Pinjaman Resmi)
1. Pinjaman Resmi: Rp 2.000.000.
2. Bunga Resmi (Maksimal 0.1% per hari) + Biaya Layanan (misalnya 1% di muka).
3. Total Beban Pengembalian Resmi (Estimasi 3 bulan): Jauh lebih rendah dan transparan, sesuai regulasi OJK.
Dari perbandingan ini, jelas bahwa gestun membebankan biaya awal yang sangat tinggi dan bunga yang dibayar tetap dihitung dari nilai transaksi fiktif yang lebih besar, membuat gestun menjadi pilihan yang secara finansial sangat tidak masuk akal.
Alternatif Resmi dan Aman Mencairkan Dana Akulaku
Jika Anda memiliki limit Akulaku dan benar-benar membutuhkan dana tunai, selalu gunakan jalur resmi yang disediakan oleh Akulaku atau lembaga keuangan berizin lainnya. Menghindari gestun Akulaku adalah kunci stabilitas keuangan jangka panjang.
1. Menggunakan Fitur Dana Cicil atau KTA Kilat Akulaku
Akulaku menyediakan fitur pinjaman tunai langsung yang sah dan diawasi, yaitu Dana Cicil atau KTA Kilat. Fitur ini dirancang khusus untuk mencairkan uang tunai. Keuntungannya:
- Legalitas Terjamin: Seluruh proses, bunga, dan denda sesuai dengan regulasi OJK.
- Suku Bunga Transparan: Bunga dihitung berdasarkan jumlah pinjaman yang benar-benar Anda terima.
- Tidak Ada Potongan di Muka: Dana dicairkan penuh, meskipun ada biaya layanan di awal, namun jauh lebih kecil dan transparan daripada biaya admin gestun.
Jika Anda tidak dapat mengajukan Dana Cicil karena limit tidak mencukupi atau persyaratan tidak terpenuhi, ini adalah sinyal bahwa Anda seharusnya tidak memaksakan diri mendapatkan dana tersebut melalui gestun.
2. Pinjaman Mikro dari Bank atau P2P Berizin OJK
Jika Akulaku tidak memberikan pinjaman tunai yang Anda butuhkan, alihkan fokus Anda ke platform Peer-to-Peer (P2P) Lending lain atau produk pinjaman mikro dari bank yang terdaftar OJK. Platform ini menawarkan bunga yang terkontrol dan proses pengajuan yang juga cepat, namun jauh lebih aman dibandingkan gestun ilegal.
3. Menjual Aset yang Tidak Terpakai
Sebelum mencari pinjaman, pertimbangkan untuk menjual aset-aset pribadi yang tidak lagi Anda gunakan. Ini adalah cara yang paling sehat secara finansial karena Anda mendapatkan uang tunai tanpa menambah utang baru. Prinsip ini selalu lebih baik daripada terjerat dalam praktik berisiko tinggi seperti gestun Akulaku.
Bagaimana Akulaku dan OJK Mengawasi Gestun?
Baik Akulaku maupun regulator telah berupaya keras membatasi praktik gestun. Akulaku secara rutin memperbarui sistem keamanannya untuk mendeteksi transaksi yang dicurigai sebagai fiktif. Beberapa langkah yang diambil antara lain:
Pendekatan Algoritma Deteksi
Sistem Akulaku menggunakan algoritma yang dapat mendeteksi pola transaksi aneh, seperti:
- Transaksi berulang dengan nilai besar di toko yang sama.
- Pembelian barang yang tidak wajar (misalnya, barang virtual bernilai jutaan rupiah).
- Alamat pengiriman yang mencurigakan atau pengiriman yang dikonfirmasi sangat cepat tanpa ada pergerakan logistik.
Jika terdeteksi, akun Anda bisa langsung diblokir dan Anda masih diwajibkan melunasi sisa utang.
Edukasi Konsumen dan Peringatan
Akulaku secara berkala mengeluarkan peringatan resmi kepada pengguna tentang bahaya dan konsekuensi dari gestun. Mereka menekankan bahwa limit PayLater harus digunakan sesuai tujuannya.
Tindakan Hukum terhadap Jasa Gestun
Penyedia jasa gestun yang besar dan terstruktur dapat menghadapi tuntutan hukum karena dianggap memfasilitasi penipuan dan melanggar ketentuan perizinan OJK.
Mengelola Keuangan Secara Bertanggung Jawab Tanpa Gestun
Kebutuhan akan dana darurat adalah hal yang wajar, tetapi solusinya tidak boleh menciptakan masalah finansial yang lebih besar. Mengandalkan gestun Akulaku adalah tanda bahwa ada masalah fundamental dalam pengelolaan keuangan Anda. Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari kebutuhan gestun:
1. Siapkan Dana Darurat
Langkah terbaik adalah memiliki dana darurat yang disimpan di rekening terpisah, setidaknya setara dengan 3 hingga 6 bulan pengeluaran rutin Anda. Dana ini adalah benteng pertahanan pertama Anda saat menghadapi kebutuhan mendesak.
2. Buat Anggaran yang Ketat
Pahami aliran kas bulanan Anda. Gunakan aplikasi atau buku catatan untuk melacak ke mana perginya uang Anda. Jika pengeluaran lebih besar dari pemasukan, Anda harus mencari solusi jangka panjang, bukan sekadar menunda masalah dengan pinjaman berisiko tinggi.
3. Hindari Penawaran ‘Jasa Gestun’
Jika Anda melihat iklan atau tawaran di media sosial tentang ‘jasa cepat cair limit Akulaku’, segera abaikan. Ingatlah perbandingan biaya di atas; layanan ini dirancang untuk mengambil keuntungan maksimal dari situasi darurat Anda.
4. Pahami Batas Kemampuan Membayar
Sebelum menggunakan layanan PayLater atau mengajukan pinjaman resmi, hitung kembali kemampuan Anda membayar cicilan. Jangan pernah mengambil cicilan yang melebihi 30% dari total pendapatan bulanan Anda. Pinjaman yang sehat adalah pinjaman yang terukur, bukan pinjaman yang didorong oleh keputusasaan.
Membongkar Mitos Seputar Gestun Akulaku
Ada banyak informasi menyesatkan beredar di kalangan pengguna mengenai gestun. Penting untuk meluruskan beberapa mitos:
Mitos 1: Gestun Akulaku Sama Saja dengan Pinjaman Resmi
Fakta: Sangat berbeda. Gestun melanggar ToS dan melibatkan transaksi fiktif. Pinjaman resmi (Dana Cicil) adalah produk legal yang pencairannya diawasi dan biayanya diatur oleh OJK. Gestun memiliki total biaya tersembunyi yang jauh lebih besar.
Mitos 2: Akulaku Tidak Bisa Mendeteksi Gestun
Fakta: Akulaku memiliki sistem AI/algoritma yang canggih untuk memantau perilaku transaksi. Meskipun tidak semua transaksi fiktif terdeteksi secara instan, pola transaksi yang tidak wajar di toko tertentu, terutama yang berulang dan bernilai tinggi, pasti akan memicu alarm. Deteksi ini bisa menyebabkan pembekuan akun atau penalti.
Mitos 3: Gestun Tidak Mempengaruhi BI Checking
Fakta: Semua utang di Akulaku, baik itu utang belanja fiktif (hasil gestun) maupun utang pinjaman tunai resmi, terdaftar dan harus dibayar. Jika Anda gagal membayar utang hasil gestun, status kredit Anda di SLIK OJK (BI Checking) akan langsung tercoreng. Dampak jangka panjang ini adalah yang paling merusak finansial Anda.
Kesimpulan Akhir: Jauhi Gestun, Pilih Transaksi Resmi
Mencari solusi finansial cepat melalui gestun Akulaku mungkin tampak seperti jalan keluar yang mudah. Namun, kenyataannya, praktik ini adalah solusi beracun yang menciptakan masalah finansial baru yang lebih besar dan kompleks.
Biaya administrasi yang mencekik, risiko penipuan, potensi pembekuan akun, dan ancaman buruknya riwayat kredit di SLIK OJK adalah harga yang terlalu mahal untuk dibayar. Jika Anda membutuhkan dana tunai, selalu prioritaskan fitur resmi yang disediakan Akulaku seperti Dana Cicil, atau cari pinjaman dari lembaga keuangan resmi lainnya yang diawasi OJK.
Pikirkan matang-matang sebelum tergiur iming-iming dana cepat dari jasa gestun. Keuangan yang sehat dibangun di atas keputusan yang bertanggung jawab dan transparan, bukan melalui manipulasi sistem.








