Kredivo menjadi pilihan utama bagi banyak orang yang ingin menikmati kemudahan transaksi tanpa harus memiliki kartu kredit. Dengan limit yang fleksibel, bunga rendah, dan proses persetujuan cepat, layanan ini membantu pengguna memenuhi kebutuhan belanja hingga mendesak.
Namun, di balik kenyamanan tersebut, ada satu kebiasaan pengguna yang mulai mengundang risiko besar. Sistem gestun atau gesek tunai, memang terdengar seperti solusi cerdas untuk mendapatkan dana cepat, namun tidak sedikit pengguna yang kehilangan akses ke akun Kredivo mereka hanya karena melakukannya dengan cara yang salah.
Mengapa Banyak Pengguna Melakukan Gestun?
Banyak pengguna yang tergoda melakukan gestun karena berbagai alasan praktis. Sebagian butuh uang tunai mendesak, sebagian lagi memanfaatkan limit Kredivo untuk modal usaha, dan ada juga yang sekadar ingin mengakali sistem agar bisa mencairkan limit tanpa belanja.
Selain itu, kemudahan akses aplikasi Kredivo turut membuat sebagian pengguna berpikir bahwa mencairkan limit kredit adalah hal yang wajar. Banyak yang belum memahami batasan pengguna limit Kredivo dan menganggap bahwa selama tagihan dibayar tepat waktu, metode apa pun bisa digunakan.
Kredivo secara tegas melarang segala bentuk penyalahgunaan limit, termasuk transaksi palsu yang tujuannya semata untuk mencairkan uang. Cara seperti ini dianggap melanggar kebijakan pengguna karena tidak sesuai dengan fungsi asli Kredivo sebagai layanan kredit konsumtif, bukan penyedia pinjaman tunai langsung.
Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami bahwa gesek tunai bukan sekadar soal mencairkan limit, tetapi juga tentang kepatuhan terhadap kebijakan layanan digital. Mengetahui peraturan dan memilih cara yang benar akan membantu Anda terhindar dari risiko besar yang bisa merugikan di masa depan.
Risiko Akibat Gestun Ilegal
Banyak pengguna Kredivo yang tidak menyadari bahwa tindakan gestun yang tampak sepele namun memiliki risiko besar. Berikut beberapa risiko nyata yang sering dialami oleh pengguna yang melakukan gestun secara ilegal:
1. Akun Diblokir Permanen
Pemblokiran akun merupakan sanksi paling umum dan paling merugikan bagi pengguna. Begitu akun Kredivo dibekukan secara permanen, seluruh akses akan ditutup. Pengguna tidak dapat lagi menggunakan limit kredit, melakukan transaksi, atau mengakses riwayat pembayaran dan poin loyalitas.
Selain itu, status pemblokiran permanen juga membuat pengguna kehilangan reputasi digitalnya di platform tersebut. Jika Kredivo menilai pelanggaran tergolong berat, kemungkinan untuk mengajukan akun baru di tahun yang akan datang sangat kecil.
2. Tidak Bisa Mengajukan Refund
Salah satu kebijakan Kredivo bagi pengguna yang taat aturan adalah adanya perlindungan transaksi. Namun, begitu sistem mendeteksi adanya pelanggaran, perlindungan ini akan otomatis dicabut.
Artinya, pengguna yang melakukan gestun ilegal tidak bisa mengajukan refund, permohonan sengketa, atau restrukturisasi cicilan meskipun transaksi tersebut bermasalah. Anda tetap wajib melunasi tagihan yang ada, bahkan jika dana hasil gestun tidak diterima sepenuhnya.
3. Masuk Daftar Hitam Lembaga Kredit
Risiko ini sering kali dianggap sepele, padahal afeknya bisa panjang dan menyulitkan kehidupan finansial di masa depan. Kredivo bekerja sama dengan lembaga keuangan nasional untuk memantau perilaku kredit pengguna.
Jika akun Anda diblokir karena pelanggaran, data tersebut bisa dilaporkan dan tercatat sebagai peminjaman berisiko tinggi. Akibatnya, Anda akan kesulitan mengajukan peminjaman di bank, leasing kendaraan, hingga platform paylater lainnya.
Bahkan beberapa perusahaan fintech dapat menolak pengajuan otomatis begitu mendeteksi adanya catatan hitam di database kredit nasional.
4. Potensi Terjerat Kasus Hukum
Risiko lainnya saat melakukan gestun ilegal yang paling berat adalah ancaman pidana. Gestun yang dilakukan dengan cara fiktif, seperti bekerja sama dengan toko palsu atau melakukan transaksi manipulatif untuk mencairkan limit, bisa dikategorikan sebagai bentuk penipuan digital.
Kredivo sebagai penyedia layanan memiliki hak hukum untuk melaporkan aktivitas tersebut ke pihak yang berwenang. Jika terbukti, pelaku dapat dikenakan pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan KUHP tentang penipuan, dengan ancaman denda besar atau bahkan hukuman penjara.
Kesalahan Umum Pengguna Saat Melakukan Gestun
Banyak pengguna tidak sadar bahwa cara mereka melakukan gestun sebenarnya menyalahi aturan. Berikut beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan:
1. Memberikan Akses Akun ke Pihak Lain
Kesalahan paling fatal adalah memberikan akses login, kode OTP, atau data pribadi akun Kredivo kepada pihak lain. Begitu pihak lain memiliki akses ke akun, mereka dapat dengan mudah menyalahgunakannya, melakukan transaksi tanpa izin, bahkan mencuri limit kredit yang dimiliki.
2. Menggunakan Merchant Tidak Resmi
Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah menggunakan merchant atau toko online yang tidak terdaftar di jaringan resmi Kredivo. Begitu ada tanda-tanda ketidakwajaran, misalnya produk yang tidak dikirim, harga barang tidak masuk akal, atau pola pembelian berulang di toko yang sama, sistem otomatis akan menandainya sebagai aktivitas manipulatif.
3. Melakukan Gestun dengan Nominal Besar Secara Berulang
Sebagian pengguna tergoda untuk mencairkan limit dalam jumlah besar sekaligus, bahkan mengulanginya hingga beberapa kali dalam waktu yang singkat, padahal pola transaksi ini bisa menimbulkan risiko di sistem Kredivo.
Jika sistem menilai bahwa aktivitas tersebut berpotensi melanggar kebijakan, makan akun Anda akan langsung dibekukan sementara atau permanen.
4. Tidak Menyimpan Bukti Transaksi
Kesalahan yang paling sering diabaikan adalah tidak menyimpan bukti transaksi dengan baik. Padahal, bukti-bukti ini bisa menjadi pegangan ketika terjadi klarifikasi atau audit dari pihak Kredivo. Tanpa dokumen tersebut, pengguna akan kesulitan membuktikan bahwa transaksi dilakukan secara sah dan sesuai aturan.
Melakukan gestun Kredivo memang terdengar seperti jalan pintas untuk mendapatkan dana cepat. Namun dibalik kemudahannya, terdapat banyak risiko yang bisa merugikan Anda secara finansial maupun hukum jika dilakukan dengan cara yang salah.
Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu memahami aturan penggunaan Kredivo dan memastikan setiap transaksi dilakukan secara transparan serta sesuai dengan kebijakan resmi.
Jika Anda tetap membutuhkan dana dari limit Kredivo secara cepat namun tetap aman dan sesuai aturan, percayakan pada layanan profesional seperti Jasagestunmu.com. Melalui proses yang rapi, dan layanan pelanggan yang responsif, mereka memastikan setiap transaksi berjalan lancar tanpa mengorbankan keamanan data pribadi.
Frequently Asked Questions
- Apa penyebab akun Kredivo bisa diblokir?
Akun bisa diblokir jika terdeteksi aktivitas mencurigakan seperti gestun ilegal, transaksi palsu, atau pelanggaran terhadap syarat dan ketentuan pengguna.
- Apakah gestun Kredivo selalu melanggar aturan?
Tidak selalu. Gestun aman bisa dilakukan melalui jalur resmi atau jasa terpercaya yang mengikuti regulasi Kredivo tanpa manipulasi sistem.
- Apa yang harus dilakukan jika akun Kredivo dibekukan?
Segera hubungi layanan pelanggan resmi Kredivo dan siapkan bukti transaksi untuk klarifikasi.
- Bagaimana cara mendeteksi jasa gestun abal-abal?
Hindari jasa yang meminta login/OTP, menawarkan pencairan tanpa bukti transaksi, atau menjanjikan hasil instan dengan biaya yang sangat murah.








